Tidak semua orang punya bakat membuat website berkualitas. Kuncinya terletak di isi (content) dan komitmen kita untuk mengembangkan website kita.
Bisa jadi banyak webmaster punya 100 website dan semuanya hanya untuk make money, atau membuat 5 blog dengan topik yang berbeda. Sangat sulit sekali ketika kita membangun website tahun 2012 ini, terasa semakin ketinggalan saja, website tidak profit, dan visitor tidak ada.
Urungkan niat kita untuk menghakimi google, atau search engine lainnya, karena website kita hanya untuk profit. Kata salah satu internet marketer, Website ya untuk cari duit, buat apalagi? , dan semakin banyak internet marketer indonesia yang bermindset begitu, berawal dari blog lalu ke website matre, semua serba kapitalisasi. Dan semua serba otomatis, clickjacking, beli trafik, beli trafik ppc.
Ya semua orang punya ide masing-masing, dan idealisme mereka kadang terlalu bentrok dengan idealisme kita.
Orang indonesia, lebih cenderung untuk tidak meningkatkan nilai hidup ketimbang nilai status sosial atau nilai hedon mereka. Tidak jarang kita temui para internet marketer sering mengolok-ngolok yang tidak sealiran, menghujat-hujat yang tidak sealiran. Bahkan lebih parah menghujat programmer, ya memang senangnya cari gara-gara saja kerjaan mereka, mentang-mentang mereka punya duit banyak, dan nilai hidup dan kedewasaan kebijaksanaa mereka tidak ada peningkatan sama sekali.
Okay kita sudahi pembicaraan yang tidak penting seperti itu, paragraf diatas hanya untuk preface saja agar lebih serius membacanya.
Untuk membangun website yang berkualitas:
- Jangan berpikir komersil diawal pembuatan website.
- Tentukan, tentang apakah website kita.
- Konsisten dan pegang erat komitmen kita untuk mengupdate isi website.
- Isi content yang menguntungkan pembaca atau orang yang sehobi dengan isi website kita.
- Periksa tampilan apakah tampilan website kita unik sejagad internet.
- Tetap senang dan puas terhadap apa yang telah kita kerjakan, karena kita yakin pekerjaan kita sudah semaksimum mungkin.
- Sebarkan website kita kepada komunitas dan teman yang sehobi dengan kita.
Contoh jika kita punya hobi tentang menggambar karakter misalnya, kita bisa memberikan tutorial gratis cara mengggambar yang benar, bagaimana menggambar mata, bagaimana menggambar rambut, bagaimana mimik dan emosi karakter yang kita gambar. Lalu sebarkan kekomunitas.
Apakah perlu seo?
SEO perlu hanya untuk sementara, SEO adalah tahap awal saja, karena google sekarang lebih jenius daripada versi sebelumnya. Anggap saja SEO adalah pondasi saja, jangan terlalu over menganggap SEO serius.
SEO bisa kita kerjakan tahun ke dua atau akhir tahun setelah komunitas menyukai website kita.
Contoh kasus adalah paper-replika.com punya teman facebook julius perdana, dia hobi sekali dengan papercraft, 1 minggu sekali update content, hanya untuk hobi, tetapi suatu saat disarankan oleh saudara kembar saya untuk bermain adsense atau memonetasi websitenya. Alhasil perbulan dia bisa rutin mendapat minimal $500, dari sekedar hobi saja, bukan untuk mengejar target bulanan.
Kesimpulan
Nikmati hidup kita dengan penuh makna, jangan tertekan dengan minimum penghasilan, lakukan dengan kesenangan hati kita, sangat tidak baik bila mengolok-olok dan mengkafirkan yang tidak sealiran. Dan, membuat website adalah menyenangkan, jangan jadikan “depresi/stress” berkembang biak diotak kita gara-gara mengejar profit dari website. Tentukan visi selain hobi, misal membangun dan memperkuat kemampuan kita tentang musik, seni, filosofi, dsb.
P.S: Artikel ini bersambung ke part selanjutnya…